Jumat, 09 Agustus 2013

Kumpulan Humor Gusdur

Assalamualaikum Wr Wb.
berikut ini saya akan memposting humor - humor gusdur yg cetar membahana eheheheh
langsung aja deh cekidot

    Sate Babi

    Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
    Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
    Gus Dur: Babi
    Ajudan: Yang lebih haram lagi
    Gus Dur: Mmmm ... babi mengandung babi!
    Ajudan: Yang paling haram?
    Gus Dur: Mmmm ... nggg ... babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi! (//mbs)
    Sumber : Okezone.com, Selasa, 1 September 2009

      Gus Dur "Diplintir" Media

      Gus Dur, dalam satu acara peluncuran biografinya, menceritakan tentang kebiasan salah kutip oleh media massa atas berbagai pernyataan yang pernah dikeluarkannya.

      Dia mencontohkan, ketika berkunjung ke Sumatera Utara ditanya soal pernyataan Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew tentang gembong teroris di Indonesia, dia mengatakan, pada saatnya nanti akan mengajarkan demokratisasi di Singapura. Namun, sambungnya, media massa mengutip dia akan melakukan demo di Singapura.

      Walah ... walah, gitu aja kok repot! (//mbs)

      sumber: okezone, Jum'at, 29 Mei 2009 - 13:06 wib

        Humor Bisa Sejenak Lupakan Kesulitan Hidup


        Sekalipun pandangan matanya terganggu, Gus Dur dikenal sebagai humoris. Orang yang banyak humor. Saat berbicara, dia selalu menyelipkan joke, cerita lucu, yang membuat pendengarnya tertawa. Joke-jokenya itu disukai oleh banyak tokoh dunia.
        "Gus, kok suka humor terus sih?" tanya seorang yang kagum karena humor Gus Dur selalu berganti-ganti. "Di pesantren, humor itu jadi kegiatan sehari-hari," jelasnya.
        "Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat," sambungnya. (ahm)
        Sumber: okezone.com, Jum'at, 01 Mei 2009 10:56 wib

 MEMELIHARA ANJING
Pada waktu itu, ketika Gus Dur masih menjadi mahasiswa di Baghdad, Gus Dur sering datang ke sebuah warung makan dan membeli kepala ikan yang mestinya di buang.

Menurut cerita, ketika Gus Dur ditanya tentang maksud pembelian kepala ikan tersebut, Gus Dur menjawab, "Saya memiliki sepuluh anjing yang harus diberi makan."

"Di Baghdad, memelihara seekor anjing saja adalah sebuah kerepotan tersendiri. Lalu bagaimana ada seorang mahasiswa asing bisa memelihara sepuluh ekor anjing?

Karena itulah seorang pemilik warung bersimpati kepada Gus Dur yang ingin membeli kepala ikan. Sehingga dengan senang hati dia memberikan kepala ikan secara gratis kepada Gus Dur secara berkala," terang Ismieal sambil berusaha menampakkan roman muka melucu.

Maka Gus Dur pun kemudian selalu membawa kepala ikan kepada teman-temannya untuk dimasak ketika sedang tiba gilirannya memasak. Tradisi di mahasiswa Indonesia di Bahgdad waktu, sekelompok mahasiswa membentuk komunitas kecil untuk hidup bersama dan bergiliran menyediakan makanan dan memasak untuk komunitasnya.

Gus Dur selalu merahasiakan kepada teman-teman dan komunitasnya ketika ditanya, dari mana dia mendapatkan kepala- kepala ikan tersebut. Alhasil, kepala-kepala ikan ini menjadi salah satu rahasia Gus Dur di mata teman-temannya.

Salah seorang teman dekat Gus Dur, KH Musthofa Bisri Rembang, rahasia Gus Dur dan kepala ikannya ini baru terbongkar setelah Gus Dur meninggalkan Baghdad.

Pada waktu itu, ada seorang pemilik warung bertanya kepada teman-teman komunitas Gus Dur yang kebetulan sedang makan di warung tersebut.
"Ke mana teman kalian yang memiliki sepuluh ekor anjing?

Biasanya dia selalu meminta kepala ikan buat anjing-anjingnya. Kok sudah lama tidak kelihatan?" tanya pemilik si warung.
"O..., jadi begitu rupanya. Anjingnya sudah balik ke Tanah Air," jawab teman-teman Gus Dur sambil dongkol sembari tersenyum kecut.

Ikan Curian Gus Dur Halal


 
 Gus Dur menjadi santri di Pondok Pesantren Salaf Asrama Perguruan Islam (Ponpes Salaf API) Tegalrejo, Magelang, antara 1957-1959. Gus Dur bersama beberapa teman-temannya merancang skenario pencurian ikan di kolam milik Sang Guru, Kiai Haji Chudlori.

Waktu itu, Gus Dur menyuruh teman-temannya untuk mencuri ikan di kolam sementara Gus Dur mengawasi di pinggir kolam,”

Gus Dur tak ikut masuk ke kolam dengan dalih mengawasi jika sewaktu-waktu KH Chudlori keluar dan melewati kolam. Tak lama kemudian, lanjut dia, KH Chudlori yang setiap pukul 01.00 WIB selalu keluar rumah untuk menuaikan shalat malam di masjid melintas di dekat kolam. Seketika itu juga, teman-teman Gus Dur yang sedang asyik mengambil ikan langsung disuruh kabur. Sementara Gus Dur tetap berdiri di pinggir kolam dengan memegang ikan hasil curian.

Gus Dur kepada KH Chudlori , kalau tadi ikan milik kiai telah dicuri dan Gus Dur mengaku berhasil mengusir para pencuri itu, ikan hasil curiannya berhasil Gus Dur selamatkan.

Atas “jerih-payah” Gus Dur itu, KH Chudlori menghadiahkan ikan tersebut kepada Gus Dur supaya dimasak di kamar bersama teman-temannya. Akhir kata, ikan itu akhirnya dinikmati Gus Dur bersama teman-teman bengalnya.

Jelas Gus Dur mendapat protes keras dari teman-temannya yang disuruhnya mencuri tadi. Namun bukan Gus Dur namanya jika tak bisa berdalih, yang lebih penting adalah hasilnya.

“Wong awakmu yo melu mangan iwake. Lagian, iwake saiki wis halal wong uwis entuk izin seko kyai. (Kamu juga ikut makan ikannya. Lagi pula, ikan curian tersebut sudah halal, karena telah mendapat izin dari kiai-red)


Siapa yang Paling Berani
Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang “berdiskusi” tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan …
Bill Clinton: Kalau Anda tahu … prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia … Mayor .. sini deh … coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.
Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demia “The Star Spangled Banner” saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).
Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!
Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!
Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) … coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali … !
Sersan: (melihat ada hiu … glek … tapi) for the queen I’am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali … dan dikejar hiu juga).
Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!
Koizumi: Hebat kamu … kembali ke tempat … Anda lihat Pak Clinton … Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda … (tersenyum dengan hebat …)
Gus Dur: Kopral ke sini kamu … (setelah dayang …) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali … ok?
Kopral: Hah … Anda gila yah …! Presiden nggak punya otak … nyuruh berenang bersama hiu … kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden …)
Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak … Cumi Cumi … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! … Hidup Indonesia … !!!


Semua Presiden Punya Penyakit Gila

Kita masih ingat humor politik Gus Dur yang dilempar kepada Presiden Kuba Fidel Castro. Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba, Gus Dur memancing tawa saat menyelingi pembicaraannya dengan Castro bahwa semua presiden Indonesia
punya penyakit gila.
Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila.
Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. “Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?” Castro menjawab sambil tetap tertawa, “Saya termasuk yang ketiga dan keempat.”
Namun Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat.
Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.

untuk selanjutnya silahkan cari di google aja ya
wassalamualaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar